Bangun Stand Bernuansa Keraton di MNV, Bappeda Sumenep “Pamerkan” Data Pembangunan dan Delapan Program Unggulan

  • Whatsapp
Bupati Sumenep Achmad fauzi Wongsojudo (tengah) dan Kepala Bappeda Arif Firmanto (sebelah kanan bupati) dan sejumlah staf saat sesi foto bersama di depan stand bernuansa keraton

Madurazone, SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ikut ambil bagian dalam perhelatan Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani. Intansi pimpinan Arif Firmanto itu membangun stand yang unik bernuansa Keraton.

Penggunaan ornamen bernuansa Keraton dan Pendopo Sumenep sebagai representasi identitas, sejarah, dan kearifan lokal. Konsep tersebut tidak sekadar menghadirkan unsur estetika, tetapi menjadi simbol yang menggambarkan keterkaitan antara budaya, tata kelola pemerintahan, dan perencanaan pembangunan daerah.

Muat Lebih

Secara filosofis pendopo merupakan ruang yang terbuka, tempat berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi, dan membangun kesepakatan. Nilai tersebut selaras dengan tugas dan fungsi Bappeda sebagai perangkat daerah yang mengoordinasikan proses perencanaan pembangunan daerah secara partisipatif, terpadu, terarah, dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, nuansa keraton Sumenep juga menggambarkan tata nilai, keteraturan, kepemimpinan, dan kesinambungan sejarah. Filosofi ini diterjemahkan dalam peran Bappeda sebagai institusi yang menata arah pembangunan agar memiliki tujuan yang jelas, terukur, selaras antarsektor, serta berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, perencanaan dan pembangunan ke depan akan berpijak pada akar budaya, dan identitas lokal. Sehingga, pembangunan tumbuh dari karakter, potensi, nilai, dan jati diri daerah. Pada akhirnya, Bappeda akan menjadi rumah perencanaan pembangunan daerah yang menjadi tempat gagasan, aspirasi, data, dan arah kebijakan dipertemukan untuk mewujudkan Sumenep yang semakin unggul, mandiri, dan sejahtera.

Stand bernuasa keraton dan pendopo tidak hanya cantik di fisik, melainkan di dalamnya juga menampilkan berbagai materi pembangunan. Misalnya, visi dan misi daerah, delapan program unggulan Kabupaten Sumenep 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP, serta program Peti Koin Bermantara.

Tidak hanya itu, Bappeda juga menghadirkan indikator tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Gini. Data tersebut menjadi bagian dari informasi pembangunan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.

Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, keikutsertaan Bappeda dalam pameran tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan informasi perencanaan pembangunan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat paham akan arah pembangunan. Termasuk, setiap program pemerintah memiliki proses perencanaan dan tahapan yang harus dilalui.

”Masyarakat akan paham alur perencanaan dan arah pembangunan Kabupaten Sumenep ke depan,” katanya.

Pada kegiatan  itu Bappeda juga memperkenalkan delapan ungulan yang meliputi penguatan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa. Ada peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar di puskesmas serta pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.

Selain itu, Pemerintah juga mendorong pengembangan kewirausahaan bagi santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa. Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Tidak hanya itu, penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan masalah sosial melalui semangat gotong royong, serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.

”Delapan program itu menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan Sumenep dalam periode 2025–2029. Kami juga menampilkan tahapan penyusunan RKPD secara detil. Semoga memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Arif Firmato dalam keterangannya usai menerima kunjungan bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ke stand Bappeda. (red)

 

Pos terkait