Madurazone, Sumenep – Momen Madura Night Vaganza 2026 dijadikan kesemapatan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Rumah sakit pelat merah itu menyiapkan konsultasi dokter spesialis dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Sehingga, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa langsung datang ke stand milik rumah sakit pemerintah. Itu bagian dari rumah sakit agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Maka, wajar jika stand tersebut diburu warga.
Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyato menjelaskan, langkah pihaknya adalah bagian dari implementasi dari Sumenep melayani. Meski stand bersifat sementara namun pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Itu pun kami lakukan secara gratis,” katanya.
Sebab, sambung dia, masyarakat yang datang itu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis yang disiapkan, dan juga bisa melakukan pemeriksaan secara gratis. “Jadi, kami hadir langsung ke masyarakat. Bagian dari ikhtiar menjadi rumah sakit yang modern, profesional dan ramah terhadap masyarakat,” ujarnya.
dr. Erliyati menuturkan, berbagai layanan unggulan diperkenalkan, mulai dari digitalisasi pelayanan hingga penguatan poli spesialis, seperti ortopedi dan urologi. RSUD Sumenep juga terus mengembangkan layanan jantung dan paru untuk memperkuat kapasitas sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Sumenep.
Tidak berhenti pada fasilitas medis, RSUD Sumenep turut menampilkan indikator mutu pelayanan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Pesan yang ingin disampaikan jelas: pembenahan rumah sakit harus terlihat dalam kualitas pelayanan dan dapat dirasakan langsung oleh pasien.
l
“Kepercayaan masyarakat adalah motivasi terbesar bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat Sumenep tanpa terkecuali,” katanya, Kamis (27/8/2026).
Menurut dr. Erliyati, modernisasi rumah sakit tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas dan menerapkan teknologi. Sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien juga harus berubah menjadi lebih terbuka dan humanis.
“Transformasi bukan hanya soal fasilitas medis modern dan digitalisasi sistem. Yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang humanis antara tenaga kesehatan dan pasien. Kritik dan masukan masyarakat akan terus kami jadikan bahan evaluasi,” jelasnya.









