Madurazone, SUMENEP – Masih terjadinya kesulitan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis pertalite setiap akhir bulan membuat resah dan gundah masyarakat di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Alasannya, bahan bakar itu sangat dibutuhkan dan menjadi kebutuhan dasar warga untuk mobilitas dalam kegiatan sehar-hari.
Padahal, kelangkaan BBM jenis pertalite bukan terjadi kali saja, melainkan juga sering terjadi pada bulan-bulan berikutnya. Akibatnya, menyebabkan terjadinya antrean panjang di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar). Tidak jarang warga yang harus antre berjam-jam untuk mendapatkan pertalite, itupun kadang stoknya habis.
Anggota komisi II DPRD Sumenep Masdawi mengaku kecewa kepada pemerintah yang sampai detik ini tidak memiliki langkah taktis dan konret dalam mengatasi kelangkaan BBM, utamanya di akhir bulan. BBM Jenis Pertalite adalah kebutuhan dasar mayoritas masyarakat untuk saat ini.
”Kok sampai detik ini belum ada langkah ekstra dari pemerintah untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan BBM jenis Pertalite. Padahal, ini sudah berlangsung dari beberapa waktu yang lalu. Kami minta ada langkah taktis yang lebih baik,” katanya kepada wartawan.
Sebab, sambung dia, kesulitan akan BBM itu bisa memengaruhi mobilitas warga yang berdampak pada tesendatnya ekonomi. Misalnya, warga yang berjualan harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar, maka sudah berapa kerugian yang didapatkan pedagang, termasuk juga jasa transportasi.
”Persoalan BBM ini sangat vital, sebab berpengaruh kapada kehidupan masyarakat, utamanya di sektor ekonomi. Makanya, langkah yang tepat sangat dibutuhkan agar mudah mendapatkan Premium jenis Pertalite itu,” tegasnya.
Padahal, menurut politisi Partai Demokrat, pemerintah sudah memastikan jika sepanjang tahun 2026 tidak ada pengurangan jatah BBM di Kabupaten Sumenep. Maka, idealnya tidak ada kesulitan untuk mendapatkan BBM tersebut. ”Makanya, tinggal mengatur pola distribusi yang benar BBM yang benar kepada masyarakat agar tepat sasaran,” terangnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada tim untuk mengawasi seluruh SPBU. Apabila ditemukan adanya dugaan penyimpangan, maka hendaknya langsung ditindak tegas. Itu agar masyarakat tidak menjadi korban.
”Untuk masalah BBM itu jangan setengah-setengah dalam penindakannya, karena menyangkut hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan menguntungkan oknum tertentu. Makanya harus tegas,” ucapnnya.(red)









