Matangkan Layanan Sekolah Inklusi, Disdik Sumenep Edukasi Puluhan Guru

  • Whatsapp
Disdik for MZ

Madurazone. SUMENEP – Upaya Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk memberikan pendidikan merata dan berkeadilan terus digenjot. Utamanya, kepada anak yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Oleh karena Disdik menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusi. Kegiatan itu di buka secara simbolis oleh Kepala Dinas (Kadis) Moh. Iksan didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) Akhmad Fairusi.

Muat Lebih

Kegiatan itu diikuti guru mulai dari tingkat TK hingga SMP sebanyak 79 orang. Rinciannya, Untuk tingkat TK sebanyak 26 orang, guru SD sebanyak 26 orang dan guru SMP sebanyak 27 orang. Sementara pemateri dalam acara itu dari PGRI.

Kabid GTK Akhmad Fairusi menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan masih banyak guru belum paham terkait inklusi, sekolah yang adil dan merata. Di mana siswa kebutuhan khusus atau disabilitas dianggap hanya ada di SLB dan menjadi urusan guru BK.

“Padahal tidak begitu, di sekolah normal ada siswa berkebutuhan khusus. Hanya saja, guru masih kebingungan memetakan dan membedakannya. Makanya digelar bimtek sekolah layanan inklusi ini,” katanya.

Sehingga, sambung dia, dengan kegiatan itu diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang konsep dasar inklusi, terkuatnya instrumen identifikasi anak dan paham akan keberagamanan anak kebutuhan khusus.

“Nantinya, tidak ada perlakukan berbeda saat ada anak kebutuhan khusus di sekolahnya. Dan para guru sudah untuk memberikan pendidikan yang sama, merata dan berkeadilan,” tegasnya.

Kepala Disdik Moh. Iksan mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Sebab, ini bagian dari memberikan pendidikan kepada setiap anak bangsa tanpa terkecuali dengan layak dan berkualitas.

“Sekolah inklusi ini memberikan kesempatan yang sama kepada anak dan duduk di ruang kelas yang sama. Menjadi sekolah terbuka tanpa membedakan latar belakang, termasuk kebutuhan khusus,” katanya.

Untuk itu, sambung dia, melalui bimtek ini diharapkan guru memiliki keterampilan dalam mengelola layanan sekolah inklusi. Sehingga, mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan terbuka untuk seluruh peserta didik. (Red)

Pos terkait