Program SR Minin Peminat, Desak Sosialisasi Massif dan Pemenuhan Fasilitas

  • Whatsapp
Anggota komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin

Madurazone, SUMENEP – Masih minimnya peminat masyarakat untuk masuk ke sekolah rakyat (SR) menjadi perhatian anggota komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur Sami’oeddin. Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut.

Padahal, program gagasan dari Presiden Prabowo itu dicanangkan bagi masyarakat nusantara secara gratis, tapi peminatnya malah sedikit. Bisa saja, sosialisasi program tersebut masih belum maksimal sampai ke bawah.

Muat Lebih

“Minimnya minat masyarakat untuk masuk SR itu lantaran sosialisasi yang lemah hingga informasi terkait proram tersebut menjadi lemah juga,” kata Sami’oeddin.

Dia juga menjelaskan, pemerintah daerah hendaknya bekerja keras untuk melakukan sosialisasi, turun ke bawah bertemu dengan masyarakat. Sehingga, program terhenti di meja kerja sata, namun didengar oleh warga.

“Kami minta untuk melakukan sosialisasi secara massif, turun ke lapangan supaya masyarakat menerima secara utuh terkait arah dan tujuan pendidikan tersebut. Sehingga, warga yang kurang mampu bisa menikmatinya,” ujarnya.

Politisi PKB itu mengungkapkan, pihaknya juga meminta fasilitas yang memadai, utamanya gedung permanen yang di bisa pakai selamanya. Apalagi, itu menjadi program pemerintah pusat yang harus didukung oleh daerah.

“Gedung yang representatif dan permanen menjadi faktor pendukung dari program presiden Prabowo itu. Gedung yang permanen akan memberikan ruang edukasi yang nyaman dan tidak menyebabkan was-was kepada orang tua,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sami’oeddin meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk serius dalam mengurus SR itu.

“Program baru itu butuh kerja keras karena masyarakat masig buta sehingga butuh informasi, dan melengkapi sarana dan prasarnaanya. Ya begitulah jika program baru butuh pengorbanan,” tegasnya. (Red)

Pos terkait