Madurazone, SUMENEP – Upaya menekan angka pengangguran di Sumenep, Madura, Jawa Timur terus digalakkan pemerintah. Salah satunya, dengan kembali menggelar Job Fair 2026.
Kegiatan rutin setiap tahun tahun itu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan. Setidaknya, ada 35 perusahaan yang ikut ambil bagian dalam Job Fair 2026 yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) itu.
Sekdakab Agus Dwi Syahputra membuka secara simbolis kegiatan Job Fair dengan ditandai pemukulan gong. Kegiatan itu berlangsung dengan penuh khidmat dan penuh dengan “manusia” yang sedang mencari kerja.
Sekdakab Sumenep Agus Dwi Syahputra menjelaskan, kegiatan Job Fair itu merupakan langkah positif dalam menyerap tenaga kerja. Sehingga, masyarakat bisa terserap menjadi karyawan atau tenaga kerja di perusahaan.
“Alhamdulillah, ini cukup positif untuk menyerap tenaga kerja. Perlu dimaksimalkan dalam pelaksanaanya nanti,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Banyaknya perusahaan yang ikut, sambung dia, dapat membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan bidang keahliannya. Dan, mampu menyerap tenaga kerja lokal di dunia kerja.
“Dengan begitu, kegiatan itu mampu memberikan sumbangan dalam menakan angka pengangguran di Sumenep. Sehingga, kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu mengungkapkan, Job Fair memberikan efek positif dengan semakin banyak tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan bekerja, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Sekda berpesan para pencari kerja hendaknya memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan dokumen lamaran, serta meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.
Yang jelas, Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung program ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Sumenep.
“Job fair salah satu program berkelanjutan dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Agus. (Red)









