Madurazone, SUMENEP – Anggaran pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan di tahun 2026 terbilang cukup besar. Itu menandakan jika pembangunan tidak hanya berkutat di daratan, melainkan juga di Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sebesar Rp47,53 miliar, dengan porsi terbesar atau sekitar 57,9 persen diarahkan ke kawasan kepulauan. Sehingga, pemerataan pembangunan bisa terlaksana.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, kebijakan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. “Kami ingin ada pemerataan pembangunan, makanya tahun ke kepulauan cukup besar,” katanya.
Menurutnya, akses jalan yang memadai menjadi fondasi penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pembangunan,” kata Bupati Sumenep.
Dari total anggaran Rp47.525.847.000, sebanyak Rp27.531.942.000 dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan di wilayah kepulauan. Sementara Rp19.993.905.000 atau sekitar 42,1 persen diperuntukkan bagi pembangunan jalan di wilayah di daratan.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, mengatakan seluruh program tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah daratan, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan yang memiliki tantangan aksesibilitas lebih besar.
“Instruksi Bupati jelas, pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Karena itu, pada 2026 porsi anggaran jalan memang lebih besar dialokasikan ke wilayah kepulauan,” ujarnya.
Di wilayah kepulauan, anggaran tersebut akan digunakan untuk rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, rekonstruksi Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Sementara itu, di wilayah daratan, program pembangunan mencakup rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pembangunan infrastruktur jalan tersebut mampu memperkuat konektivitas antarkawasan, memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, dan perdagangan, sekaligus membuka akses pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (Red)









