Madurazone. SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di tahun 2026 ini. Tahun ini, 570 unit akan menyasar penerima manfaat di 32 desa.
Adanya bantuan tersebut menjadi atensi dari Sekdakab Sumenep Agus Dwi Syahputra. Menurut dia, program tersebut harus sampai utuh kepada masyarakat. Tidak boleh ada pemotongan atau mark up dalam program yang didanai APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) itu.
“Kami minta jangan main-main dengan program pemerintah ini. Tidak ada lagi yang namanya pemotongan,” katanya.
Dia menuturkan, pekerjaan program ini hendaknya diniatkan untuk ibadah dan membantu orang lain. “Insya Allah akan ada kebahagiaan lain jika niat tulus membantu yang tidak mampu,” jelasnya.
Mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu mengatakan, pihak tidak menginginkan program BSPS tahun ini akan mengulang sejarah di tahun 2024. Oleh karenanya harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
”Jangan sampai jatuh pada lubang yang sama. Keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama, kalau jatuh bukan berbaring, tapi kedelai,” kata Sekda mengingatkan.
Sebab, sambung dia, di tahun 2024 adalah preseden buruk dan menjadi isu nasional. Oleh karenanya, pihak yang terlibat tahun ini hendaknya tidak mengulangi kejadian sebelumnya, harus mengikuti aturan. “Jangan sampai terjerumus pada masalah yang sama,” tegasnya.
Agus mengungkapkan, tahun ini Sumenep mendapatkan kucuran BSPS sebanyak 570 unit yang menyebar di 32 desa, 12 kecamatan. Sementara anggarannya mencapai Rp 20 juta per unit. “Namun, penerima bisa jadi masih akan bertambah pada tahap berikutnya,” jelasnya.
Agus kembali menegaskan untuk dilakukan sesuai aturan. Sebab, itu untuk mengembalikan citra yang sudah memudar akibat masalah tahun 2024 lalu. “Kami meyakinkan kementerian agar program tersebut berjalan dengan baik sesuai aturan,” tegasnya dengan harap. (Nz/yt)









