Ribuan Buku Perpusda Tak Kembali, Pemerintah Diminta “Jemput Bola”

  • Whatsapp
Anggota DPRD Sumenep M. Ramzi

Madurazone. SUMENEP – Banyaknya buku perpustakaan milik Pemkab Sumenep yang masih belum kembali dan ngendap di masyarakat membuat kesal anggota komisi IV, M. Ramzi. Alasannya, buku tersebut merupakan aset negara.

Menurut Ramzi, harusnya buku yang ada di masyarakat itu ditelusuri dengan baik agar bisa kembali. Sebab, pihaknya yakin data peminjam sudah ada di perpustaaan. “Datanya itu sudah ada, hanya tinggal melakukan penjemputan, turun ke lapangan,” katanya.

Muat Lebih

Buku tersebut, sambung dia, dibeli melalui uang negara, sehingga menjadi aset negara. Maka, keberadaannya harus dijaga dan dipastikan bahwa tetap aman dan bisa dimanafaatkan oleh masyarakat.

“Itu untuk masyarakat, jangan sampai hilang. Dinas perpustakaan harus pro aktif untuk melacak keberadaan buku itu agar bisa dimanfaatkan masyarakat kembali,” ungkapnya.

Pihaknya mendesak instansi terkait untuk terus bekerja keras untuk mengembalikan buku tersebut. Sebab, jika tidak aset negara itu akan tidak berguna, dan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Harus bisa mengembalikan. Kami minta keseriusan dari instansi terkait agar bisa mencari buku tersebut. Ingat, pengadaan itu anggaran negara,” tegasnya.

Politisi Hanura itu mengingatkan, ke depan dinas perpustakaan dan arsip hendaknya memperketat proses peminjaman buku agar tidak hilang lagi. “Silahkan dibuat aturannya agar aset negara itu tetap aman,” ucapnya penuh harap.

Berdasarkan data di Dinas Perpustakaan dan Arsip sebanyak 2.827 buku milik Perpustakaan Daerah Sumenep masih belum kembali sejak dipinjamkan pada tahun 2017. Sehingga, koleksi buku di perpustakaan daerah itu mulai berkurang. (Nz/yt)

Pos terkait