Madurazone. SUMENEP – Perhatian Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur terhadap guru ngaji patut diacungi jempol. Pasalnya, pemerintah yang dipimpin bupati Achmad Fauzi Wongsojudo itu kembali menyalurkan kembali bantuan kepada guru ngaji.
Itu dilakukan sebagai penghargaan atas dedikasi para pendidik agama, yang telah berperan besar dalam membina akhlak dan karakter masyarakat sejak usia dini.
Tahun ini, tercatat sebanyak 1.225 orang yang menerima penghargaan kehormatan, berasal dari 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Pembiayaan tunjangan kehormatan bagi guru ngaji 2025, melalui dana hibah dari Pemerintah Daerah kepada LPTQ Kabupaten Sumenep.
“Guru ngaji memiliki kontribusi yang sangat mendasar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter. Mereka juga pendidik moral di tengah masyarakat dengan mengajarkan Al-Qur’an, nilai-nilai kebaikan dan adab sejak dasar,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurut dia, Guru ngaji tidak hanya sekadar mengajarkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi menjadi teladan dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, serta budi pekerti kepada generasi muda.
“Para guru ngaji bekerja dengan penuh keikhlasan, mendidik anak agar tumbuh sebagai generasi berakhlak, beradab, dan mencintai ilmu, sehingga Pemerintah daerah wajib memberikan perhatian kepada dedikasi atas mereka tanpa pamrih,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengharapkan, bentuk dukungan ini tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi menjadi motivasi bagi guru ngaji, agar semangat menjalankan tugas mulianya untuk menghidupkan pendidikan agama di tengah masyarakat.
Hal itu dilakukan, karena masyarakat membutuhkan figur-figur pendidik yang mampu membimbing generasi muda, agar tetap memiliki karakter dan identitas moral yang kuat di tengah perkembangan zaman dan tantangan digital.
“Guru ngaji memegang peran strategis guna membangun karakter generasi, tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini,” jelasnya. (Red)









