Antisipasi PMK, Dewan Warning Perketat Pengawasan Hewan

  • Whatsapp

Madurazone. SUMENEP – Mewabahnya penyakit mulut dan kaki (PMK) pada hewan membuat anggota komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Juhari angkat bicara. Menurutnya, ini harus ditangani secara cepat dan tepat.

Apalagi, sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah ada yang terkonfirmasi positif PMK. Sehingga, perlu penanganan khusus atas mewabahnya penyakit ini.

Muat Lebih

“Penanganan penyakit PMK di Jatim perlu segera ditangani secara cepat, sehingga penyebarannya tidak semakin meluas,” katanya kepada wartawan.

Dia menuturkan, pihaknya tidak menginginkan adanya penyebaran di wilayah Madura, khususnya di Kabupaten ujung Timur Pulau Madura ini. Sehingga, diperlukan adanya penanganan khusus yang serius.

“Ya, perlu penanganan khusus yang serius, agar tidak ada yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Sumenep. Kalaupun ada, maka tidak menyebar,” tuturnya.

Nah, sambung dia, apabila ditemukan ada yang terjangkit, perlu diperketatlalu lintas pengiriman hewan ternak sebagai langkah pencegahan. Sehingga, ada proteksi dan deteksi dini terhadap hewan yang ada. “Ini inilah preventif yang harus dilakukan salah satunya,” ungkapnya.

Termasuk, terang dia, memastikan hewan yang masuk rumah potong hewan (RPH) tidak terkonfirmasi positif. Sebab, bila itu terjadi, maka RPH akan tutup dan berimbas pada kelangkaan daging di masyarakat.

“Kita tahu banyak di antara masyarakat kita yang ekonominya bergantung pada hasil ternak hewan sapi atau kambing,” jelas dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmanto terus memperkatat pengawasan terhadap pergerakan hewan ternak. Itu sebagai langkah mengantisipasi penyebaran wabah PMK.

Selain pengawasan, pihaknya juga menghentikan pengiriman dan pemasukan ternak ruminansia dari luar Madura dengan tidak mengeluarkan SKKH.

“Kami juga melakukan sindromik surveillance (surveillance klinis) berbasis Desa, agar bisa diketahui sebaran kasusnya,” ujar dia. (nz/yt

Pos terkait