Madurazone, SUMENEP – Keberadan santri di zaman ini, sangat berbeda dengan era lama. Sebab, santri harus kompeten dan mengikuti perkembangan zaman teknologi saat ini. Dengan begitu, santri harus mampu menguasai teknologi, komunikasi dan literasi, keterampilan lainnya sesuai dengan kebutuhan zaman.
Itu disampaikan ketua komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi. Menurut politisi Demokrat itu, santri tidak hanya sekadar paham agama. Melainkan harus mampu mengikuti tuntutan zaman. Yakni, paham tenologi, dengan dunia digital saat ini.
”Santri harus mampu mengikuti kebutuhan. Nilai yang ada di Pesantren tentu saja harus tetap dijaga sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” katanya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, santri butuh keterampilan yang cakap karena akan menghadapi dunia sosial maupun dunia kerja. ”Santri harus menyiapkan mulai dini untuk menghadapi masa depan. Pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai karakter dan akhlak,” katanya
Ia menegaskan, kemajuan teknologi telah mengubah cara anak-anak memperoleh informasi. Pengetahuan kini bisa diperoleh dalam hitungan detik, tetapi tantangannya adalah bagaimana generasi muda mampu memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak dan tetap memiliki fondasi moral yang kuat.
Di titik inilah, kata dia, pendidikan pesantren memiliki kekuatan yang tidak boleh kehilangan relevansinya.
“Kita tidak ingin santri hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (red)









