Ketua DPRD Sumenep Ajak Santri Tingkatkan Kompetensi

  • Whatsapp
ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin

Madurazone, SUMENEP-  Hari santri tidak hanya sekadar seremonial belaka. Namun, peringatan hari santri yang digelar setiap tahun harus menjadi momentum untuk memperjuangkan hak santri. Salah satunya, memberikan kesempatan yang lebih luas untuk bisa berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin. Menurut dia, santri memiliki potensi untuk mengambil peran dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, kewirausahaan, hingga pemerintahan. Potensi tersebut perlu didukung dengan akses, kesempatan, dan kolaborasi lintas sektor agar dapat berkembang.

Muat Lebih

“Jangan sampai Hari Santri hanya dimaknai dengan seragam dan seremoni. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat santri itu hadir dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Zainal.

Zainal menegaskan,  pesantren memiliki modal sosial penting bagi Kabupaten Sumenep. Selain membekali santri dengan ilmu agama, lingkungan pesantren juga menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

“Semua nilai itu masih relevan relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Santri juga dituntut untuk meningkatkan kompetensi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi digital agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan,  santri harus bisa mengambil peluang dalam sektor birokrasi, pengusaha, akademisi, teknokrat, profesional, politisi maupun pelaku ekonomi kreatif.

“Pesantren memiliki sumber daya manusia yang besar. Tinggal bagaimana potensi itu diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang. Santri harus menjadi bagian dari jawaban atas berbagai persoalan daerah, bukan hanya menjadi penonton pembangunan,” kata Zainal.

“Pesantren punya akar yang kuat. Tetapi akar yang kuat jangan membuat kita takut tumbuh ke atas. Santri harus tetap memegang nilai agama dan tradisi, namun pada saat yang sama berani menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” imbuhnya. (red)

Pos terkait