Madurazone, SUMENEP – Sejumlah daerah di Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami kekeringan, dari ringan hingga ekstrem. Kekeringan itu merupakan langganan setiap tahun, di musim kemarau apalagi volumenya panjang.
Sehingga, diperlukan penanganan secaa maksimal dan terukur oleh pemerintah. Tujuannya, kekeringan itu bisa diantisiaspi dan diatasi dengan baik. Sehingga, masyarakat tidak akan mengalami kesulitan air.
Anggota DPRD Sumenep, M. Muhri menjelaskan, persialan kekeringan yang berdampak pada kesulitan air itu perlu ditangani serius oleh pemerintah. Sehingga, masyarakat tidak kecewa dan resah.
“Perlu penanganan secara maksimal, agar tidka terulang kembali pada tahun berikutnya. Perlu penanganan yang berkelanjutan,” katanya.
Menurut dia, penanganan kekeringan yang berdampak pada kesulitan air bersih belum ideal. Apalagi, bantuan Bor yang dipersipakan untuk mengatasi persoalan kekeringan terbilang terlambat.
“Idealnya Sumur bor itu dibangun sebelum terjadi kekeringan, semisal tiga atau empat bulan yang lalu,” ungkapnya.
Politisi PKB itu mengungkapkan, Sumur bor itu bisa dijadikan pijakan untuk mengatasi kekeringan secara berkelanjutan. Makanya, selain bantuan Pemerintah daerah juga harus melakukan pengeboran. Itu juga sudah dikakukan oleh Dinas PUTR.
“Kami ingin memastikan seluruh sumur bor yang dibangun tepat sasaran. Yakni, lokasi yang membutuhkan air dan sering terjadi kekeringan,” tuturnya.
Sementara untuk penyelesaian dalam waktu dekat, pihaknya terus mendorong untuk dilakukan distribusi air ke titik kekurangan air. Bisa dilakukan pemerintah atau pihak lain terkait.
“Kami mengapresiasi penyaluran air bersih oleh sejumlah pihak, pemerintah, politisi dan pihak lain. Berarti mereka peduli,”ucapnya.









