Madurazone, SUMENEP – Momentum hari Kesaktian Pancasila bisa dijadikan refleksi dan pandangan hidup dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, termasuk dalam dunia birokrasi atau pemerintahan. Nilai pancasila harus ditanamkan di dalam hati untuk dijadikan pijakan dalam berperilaku.
Salah satunya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep yang selalu mengamalkan nilai pancasila. Sebab, terdapat nilai persatuan, gotong royong dan menghargai perbedaan pendapat, sehingga dalam menjalankan tugas bisa bersinergi, bersama dan membangun solidaritas dalam bekerja untuk tujuan daerah.
Tak hanya itu, Institusi Pimpinan Arif Formanto juga menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam menyusun arah dan prioritas pembangunan daerah. Sebab, Pancasila dijadikan pijakan dasar dalam berbangsa dan bernegara.
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, pengamalan Pancasila tidak cukup melalui kegiatan seremonial. Namun, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi dalam pembangunan.
”Semangat Pancasila bukan hanya melalui kegiatan seremonial. Tetapi, bagaimana kita menjaga persatuan, menghargai perbedaan, bergotong royong, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.
Dalam konteks daerah, menurut Arif, nilai-nilai Pancasila juga menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan pembangunan. Program pemerintah harus diarahkan pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Memastikan pembangunan yang adil dan merata, semisalnya daratan dan kepulauan.
Selain itu, program daerah juga harus aspiratif. Di mana pembangunan daerah harus didasarkan pada aspirasi masyarakat. Dengan begitu, program daerah bisa menjawab kebutuhan dari masyarakat.
”Momentum ini harus mampu memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Sumenep,” ucapnya. (red)









