Dorong Akuntabilitas Program, Bappeda Tekankan Maksimalisasi SIKPD

  • Whatsapp

Madurazone, SUMENEP – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk menciptakan kerja akuntabel. Salah satunya, mengoptimalkan penggunaan Sistem Informasi Kinerja Perangkat Daerah (SIKPD).

Tujuannya, agar kinerja dan kerja aparatur bisa berjalan efektif dan maksimal. Selain itu, pelaksanaan program pembangunan bisa berjalan terukur dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Muat Lebih

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, setiap program itu harus akuntabel, bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Sehingga, bisa terencana dengan baik dan hasilnya pun terukur.

“Program pemerintah itu harus akuntabel, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” katanya.

Menurut dia, penguatan akuntabilitas itu sangat penting.  Harus dimulai sejak tahap perencanaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan yang sesuai target, hingga proses evaluasi yang dilakukan secara transparan dan berkesinambungan.

“Kami minta optimalkan SIKPD. Sebab, melalui  SIKPD, target program, realisasi anggaran, hingga capaian output dapat dipantau secara berkala. Sistem ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengungkapkan, akuntabilitas tidak sebatas pada penyusunan laporan administratif. Lebih dari itu, ukuran keberhasilannya juga ditentukan oleh dampak dan manfaat program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bappeda memiliki tugas untuk memastikan penggunaan anggaran publik berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas OPD menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Dalam akuntabilitas tersebut, tegas dia, terdapat evaluasi terhadap pelaksanaan program. Itu penting dilakukan secara rutin agar target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dapat dicapai sesuai indikator kinerja yang berlaku.

Ia menilai keterpaduan antara proses perencanaan dan implementasi program menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan di daerah. “Pembangunan yang suskes bukan diukur dari serapannya, tapi output yang diraskan masyarakat,” tegasnya. (Red)

Pos terkait