Sukses Swasembada Pangan, Kabupaten Sumenep Dapat “Pujian” Kementan RI

  • Whatsapp
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kanan, baju merah) didampingi kepala DKPP Chainurrasyid saat memberikan cenderamata kepada Pejabat Kementan RI

Madurazone. SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Sebab, Kota Sumekar itu berhasil mencapai target swasembada untuk ketahanan pangan.

Apresiasi itu disampaikan saat bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Chainur Rasyid mendatangi Kementan RI, Kamis (23/7/2026). Kedatangan keduanya untuk melakukan kordinasi dan komunikasi terkait pertanian.

Muat Lebih

Kedatangan keduanya diterima oleh Direktur Irigasi pada Dirjen LIP (Lahan Irigasi Pertanian). Dalam pertemuan itu terjadi dialog terkait peningkatan peran dalam sektor pertanian, utamanya dalam produktivitas pangan.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan, pihaknya melakukan kordinasi untuk berkomunikasi dalam hal peningkatan produktivitas pangan. Sehingga, sektor pertanian bisa berkiprah dalam swasembada dan ketahanan pangan.

“Sumenep dianggap Kabupaten yang berhasil dalam peningkatan produktivitas pangan, dalam hal ini padi. Dan, Sumenep dipercaya oleh Kementan dengan capaian yang cukup baik,” katanya.

Dia menjelaskan, produktivitas di Kota Sumenep patut diacungi jempol, dalam swasembada pangan. Di tahun 2025, dari target 28 ribu ton, berhasil melebih target dengan mencapai 36 ribu ton. Sementara realisasi swasembada 2026 dari 40 ribu hektar sudah tercapai 12 ribu hektar.

“Dan, tahun ini optimis melebihi target. Nanti akan kami genjot di bulan Oktober mendatang. Jadi, pasti target bahkan bisa melebihi,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep itu mengungkapkan, sementara serap gabah di tahun 2026 itu sudah mencapai 700 ton dari target 600 ton. Jadi, hingga pertengahan sudah melebihi target yang ingin dicapai.

Chainur Rasyid menuturkan, oleh karena itu Kabupaten Sumenep banyak memperoleh program yang bisa mendukung swasembada dan ketahanan pangan. Misalnya, secara rutin dan maksimal mendapatkan program IATD (Irigasi Air Tanah Dalam) dan juga ada program Upland.

“Jadi, program penunjang untuk swasembada pangan sehingga produktivitasnya tinggi sudah maksimal ke Sumenep. Alhamdulillah, mendapatkan kepercayaan dari Kementan. Semoga ke depan program terus maksimal,” tegasnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus digalakkan. Tujuannya, kesejahteraan petani akan terwujud, yang menjadi komitmen pemerintah.

“Salah satunya memberikan bantuan yang dibutuhkan petani dengan melakukan kordinasi dengan Kementan,” katanya. (Nz/yt)

Pos terkait