Madurazone. SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak menuai masalah di Sumenep Madura, Jawa Timur diprotes. Sebab, keberadaan program tersebut dianggap merugikan masyarakat, khususnya siswa.
Salah satunya sorotan datang dari anggota komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi. Menurutnya, sebagai perwakilan rakyat pihaknya mendukung jika wali murid atau orang tua siswa berani menyuarakan masalah program MBG itu.
“Percuma kalau para orang tua hanya bergumam di group Watshaap yang mempermasalahkan kualitas makanan,” katanya.
Dia menjelaskan, para wali siswa hendaknya berani bersuara untuk melakukan penolakan terhadap MBG yang tidak layak konsumsi. “Kalau menemukan makanan tidak layak, kembalikan. Itu bisa dilakukan wali murid,” tegasnya.
Menurut politisi Hanura, kontrol paling kuat justru ada di tangan wali siswa yang setiap hari melihat dampaknya pada anak-anak, mereka yang bisa menilai makanan yang pantas dan yang sekadar formalitas program.
“Kalau memang ditemukan menu yang tidak layak, jangan dibiarkan. Orang tua siswa harus kompak mengembalikan kepada pengelola dapur MBG,” tegasnya.
Ramzi menegaskan, program kata “gratis” tidak boleh menjadi dasar dapur memproduksi makanan tidak berkualitas. Sebab, tujuannya adalah untuk mengembangkan siswa hingga ekonomi lokal.
“Program itu gratis, tapi kualitas harus bagus tidak boleh murahan. Supaya cita-cita pemerintah tercapai dengan baik dan sempurna,” ungkapnya. (Nz/yt)









