Madurazone. SUMENEP – Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta panitia seleksi (pansel) lelang sekretaris Daerah (Sekda) berlaku profesional. Yakni, menjaga integritas, transparan dan tidak memihak kepada salah satu calon.
Wakil Ketua komisi I DPRD Sumenep Akhmad Jazuli, lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk Sekda harus berlangsung dari. Penilaian dilakukan secara profesional, sesuai dengan kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki.
“Kemampuan mereka yang menentukan, jangan sampai ada pengaturan skor atau nilai. Usaha mereka untuk mendapatkan nilai harus diberikan penghargaaan dengan nilai yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Politis partai Demokrat itu menuturkan, jabatan Sekda adalah kordinator OPD, di mana harusnya diisi oleh orang yang kompeten, integritasnya bagus. Sehingga, bisa membawa instansi pemerintah lebih baik dan maju ke depan.
“Sekda itu akan mengorkestrasi pemerintah, makanya harus diduduki oleh figur yang layak dan mampu sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan,” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya akan mengawal proses seleksi ini dengan ketat, agar bisa menghasilkan figur yang diharapkan oleh masyarakat kota Sumekar. Tidak ada titipan, maupun rekayasa nilai untuk meloloskan salah satu figur.
“Kami juga meminta masyarakat untuk ikut memberikan masukan kepada kami di DPRD ataupun pansel jika ditemukan tidak sesuai dengan aturan,” ungkapnya.
Delapan peserta yang dinyatakan lolos adminitrasi adalah Arif Firmanto, R. Abd. Rahman Riadi, Eri Susanto, Agus Dwi Saputra, Achmad Dzulkarnain, Chainur Rasyid, Ferdiansyah Tetrajaya, dan Mohamad Iksan. (Nz/yt)









