Prihatin…!, Kasus KDRT Hingga Meninggal Jadi Atensi Nia Kurnia

  • Whatsapp
Nia Kurnia Fauzi (kiri) saat mendatangi rumah keluarga N di Kecamatan Lenteng, yang jadi korban KDRT

Madurazone. SUMENEP – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menewaskan NS, warga Desa Lenteng Timur Kecamatan Lenteng menjadi atensi politisi PDI Perjuangan Nia Kurnia Fauzi. Sebab, kekerasan tersebut adalah salah satu bentuk kejahatan, yang terbilang kriminal.

Bahkan, istri calon bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu memastikan akan ikut mengawal kasus tersebut. Yakni, memastikan pelaku yang merupakan suaminya mendapatkan hukuman maksimal sesuai dengan aturan yang berlaku.

Muat Lebih

Saat ini, kasus tersebut sudah menggelinding di Polres Sumenep. Bahkan, pelaku KDRT tersebut sudah ditangkap oleh polisi dan sudah dilakukan penahanan. Pelaku adalah AR, 28, adalah Desa Janangger Kecamatan Batang-batang.

“Kasus KDRT hingga membuat istrinya meninggal itu harus menjadi perhatian semua pihak. Termasuk, saya akan melakukan pengawalan pada kasusnya, apalagi memang menjadi konsen kami di PKK,” kata Nia Kurnia Fauzi saat mendatangi rumah duka di Lenteng Timur.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak bisa ditolerir karena sudah melenyapkan nyawa seseorang. “Kami sangat prihatin, pelaku harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, supaya ada efek jera dan tidak ada lagi kekerasan rumah tangga setelah ini,” tuturnya.

Anggota DPRD Sumenep itu mendesak semua pihak untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Aktifis perempuan dan NGO untuk ikut mengawal kasus ini. Apalagi, kasus tersebut sudah menjadi perhatian nasional.

Perwakilan keluarga korban, Miftah, mengaku bersyukur atas respon Nia Kurnia Fauzi.

“Alhamdulillah Bu Nia akan bantu mengawal kasus ini. Apalagi kami di keluarga korban sangat terpukul sekali. Anak kami sudah meninggal akibat KDRT, disebutkan juga bahwa korban dipukuli suami karena menolak diajak berhubungan suami istri. Itu tidak benar, dan kami mau diturunkan,” kata Miftah. (Nz/yt)

Pos terkait