Madurazone. SUMENEP – Bank BPRS Bhakti Sumekar (BBS, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapatkan kesempatan pelatihan dari Bank Indonesia (BI). Salah satunya, pelatihan Deteksi Keaslian dan Pengenalan Uang Emisi Baru Tahun 2023 dari Bank Indonesia (BI).
Kegiatan itu digelar di hotel C1, Kamis kemarin (6/6/2023). Pemateri dari pelatihan ini langsung dihadirkan dari BI Jawa Timur sebanyak dua orang. Sementara peserta yang ikut terdiri dari Front Liner Teller fan CS di seluruh jaringan kantor bank milik pemkab Sumenep itu..
“Pelatihan ini sangat penting untuk menambaha wawadan dan penguatan literasi keuanhan. Kiita gandeng Bank BPRS Bhakti Sumekar agar bisa mensosialisasikan hasil pelatihan ini kepada seluruh masyarakat Sumenep, baik daratan maupun kepulauan,” kata Administrator BI Jawa Timur Ricky Yusuf.
Ricky menyatakan, mencintai rupiah adalah sebuah keharusan bagi masyarakat Indonesia. Sebab, makna rupiah jauh lebih luas dari sekadar sebuah mata uang saja.
, “Cinta, bangga dan paham rupiah dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, jangan dibasahi, dan apalagi disteples,” tuturnya.
Direktur Utama Bank BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengaku bangga karena mendapatkan penghargaan dari BI untuk menggelar pelatihan ini. Sehingga, bisa memahami wawadan dan pengetahuan akan cinta, bangga, dan paham rupiah kepada karyawannya.
“Kami sampaikan terima kasih kepada BI Jawa Timur, yang telah menggandeng kami BPRS Bhakti Sumekar,” katanya.
Dengan pelatihan itu, menurut Hairil Fajar, bisa meningkatkan kinerja karyawan di seluruh jaringan kantor Bank BPRS Bhakti Sumekar supaya lebih mudah mendeteksi uang asli atau palsu serta emisi baru 2023.
“Setidaknya masyarakat di Madura mengetahui dan membedakan antara yang asli atau palsu serta cinta, bangga dan paham rupiah,” tukasnya. (nz/yt)









