Madurazone. SUMENEP – Kedekatan Achmad Fauzi, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan rakyatnya patut diacungi jempol. Bahkan, suami Nia Kurnia ini sering turun lapangan hanya untuk sekadar menyapa masyarakat di wilayah Kota Sumekar ini.
Terbukti, pada malam perayaan Asyura Senin (8/8/2022), orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep bertemu dengan masyarakatnya di pendopa. Kegiatan ini juga diisi ceramah oleh K. Abdul Wasith yang merupakan salah satu kasi di Kemenag setempat.
Kegiatan ini berlangsung cukup semarak dan penuh dengan keakraban. Apalagi, pada kesempatan ini tidak tampak ada sekat antara bupati dengan masyarakat. Bupati berbaur dengan warganya, tampak tidak ada perbedaan apapun dengan masyarakat yang hadir memadati kegiatan dimaksud.
Menariknya, untuk lebih dekat itu, bupati melakukan dialog tanya jawab seputar keagamaan dan kebangsaan. Pertanyaan diberikan langsung oleh K. Abdul Wasith selaku penceramah, dan dipandu langsung oleh bupati Sumenep. Bagi yang bisa menjawab maka mendapatkan souvenir khusus dari bupati.
Sehingga, banyak orang yang berupaya menjawab pertanyaan itu untuk memdapatkan hadiah. Otomatis, kegiatan ini berlangsung cukup semarak dan penuh keakraban antara bupati dengan masyarakatnya.
“Tanya jawab ini selain untuk menyapa masyarakat, juga sebagai uji coba edukasi kepada masyarakat dari hal kemampuan tentang keagamaan dan kebangsaan,” kata Bupati Achmad Fauzi.
Pengusaha muda sukses ini mengungkapkan, metode tanya jawab ini bertujuan agar masyarakat tidak mudah lupa apa yang disampaikan oleh penceramah terkait keutamaan malam Asyura.
“Jadi tanya jawab itu, keterkaitan bagaimana flashback apa yang disampaikan oleh penceramah kita. Artinya bagaimana daya ingat masyarakat tidak mudah hilang,” ungkapnya.
Dia menegaskan, metode tanya jawab dengan masyarakat itu sudah dilakukannya sejak dirinya menjabat Wakil Bupati Sumenep saat mendampingi Bupa KH. A. Busyro Karim.
“Dari dulu ketika saya hadir ke lembaga-lembaga pendidikan atau pengajian, pasti saya adakan tanya jawab, utamanya bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini. (nz/yt)









