Dengan Garam Rakyat, PT Garsindo Anugerah Sejahtera Lahirkan Garam Beryodium “IBU BIJAK”

  • Whatsapp

Madurazone. SUMENEP – Upaya menekan impor garam di Madura terus dilakukan, salah satunya oleh PT Garsindo Anugerah Sejahtera. Buktinya, perusahaan pimpinan Yohannes Sugiarto mengolah garam lokal menjadi produksi beryodium kualitas tinggi.

Otomatis, dalam produksinya perusahaan yang berdiri di Kabupaten Sumenep menyerap garam milik petambak lokal, tidak menggunakan impor. Hal ini dilakukan lantaran garam lokal memiliki kualitas bagus, tidak kalah dengan garam di luar negeri. Apalagi, Madura merupakan sentra garam terbesar di Nusantara.

Muat Lebih

“Kami berhasil mendirikan perusahaan di Sumenep dengan menyerap garam lokal asli Madura, dan khususnya Kabupaten Sumenep. Jadi, bahan baku untuk produksi murni dari Garam rakyat,” kata Direktur Utama PT Garsindo Anugerah Sejahtera Yohannes Sugiarto.

Menurutnya, melalui tangan dingin perusahaan, kemudian dicuci dan diolah dan menghasilkan produk “IBU BIJAK”. Produksi garam ini dipastikan higenis, halal dan memiliki kualitas super. ” Garam IBU BIJAK sudah beredar di Pasaran, diproduksi di Sumenep, tepatnya di Desa Kertasada, Kalianget,” ucapnya.

Tentu saja, sambung dia, pihaknya akan terus memasarkan garam beryodium di masyarakat Sumenep. Apalagi, kualitasnya dipastikan tidak akan kalah dengan garam lainnya. “Jadi, garam yodium kami lebih bagus dari garam lainnya yang juga sudah beredar. Ini menandakan jika garam lokal berkualitas,” tuturnya.

Yohannes menambahkan, dengan membuka perushaaan di Sumenep akan menyerap garam rakyat secara maksimal. Itu pun dengan harga yang cukup tinggi. Bayangkan, perusahaan ini membeli garam Rp 7 ribu per kilogram atau 700 ribu per ton untuk kualitas (KW) 1. “Disamping kita menyerap garam, juga sudah menyerap ratusan pekerja,” ungkapnya.

Garam yang digunakan apa hanya menggunakan milik petambak Sumenep?, Yohannes mengungkapkan, perusahaan open dengan garam rakyat di Madura, Garam Pamekasan juga masuk ke perusahaanya. “Jadi, tidak khusus di Sumenep saja, Pamekasan juga ngirim ke kita. Targetnya kan sampai empat ribu ton per tahun,” pungkasnya. (nz/yt)

Pos terkait