Usut Dugaan Kunker Fiktif Oknum DPRD Sumenep!

  • Whatsapp

Madurazone.co, Sumenep – Berhembusnya isu dugaan kunjungan kerja (kunker) yang disinyalir dilakukan secara fiktif oleh sejumlah anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur terus menjadi bola panas. Bahkan, sejumlah pihak mendesak untuk dilakukan pengusutan atas kasus itu.

“Kami minta dugaan kunker fiktif yang sudah dihembuskan oleh mahasiswa itu harus diusut secara detil dan mendalam. Agar tidak hanya menjadi isu murahan. Jadi, harus ada pengusutan, terutama BK DPRD Sumenep, ” kata Syafrawi, Ketua LBH Bhakti Keadilan.

Muat Lebih

Sebab, sambung dia, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Dengan kata lain, tidak akan ada tudingan dari mahasiswa jika tidak ada yang melakukan. “Maka solusi yang harus dilakukan maka diusut tuntas, ” ucapnya.

Syafrawi menuturkan, saat ini bisa dilakukan BK, namun jika ada pidana maka bisa diserahkan kepada hukum. Menurut dirinya, itu bisa pidana karena disinyalir mendapatkan jatah anggaram, namun tidak melakukan kegiatan. “BK bisa lebih awal mengusut ini. Sebelum ranah pidana dilakukan, ” ucapnya.

Advokat ini mengungkapkan, masalah ini harus klir agar tidak menjadi bola liar dan menjadi konsumsi tidak sehat bagi masyarakat. “Kami sangat menyesal, jika memang ada oknum dewan gelar kunker fiktif,” tuturnya..

Sekretaris DPRD Sumenep Moh. Mulki menjelaskan, selama ini tidak ada anggota dewan yang kunker. Jika memang ada yang tidak ikut kunker namun menerima anggaran, harus mengembalikan. “Setelah kunker kan diketahui siapa saja yang tidak ikut, jika tidak ikut ya tidak ada anggaran, ” ujarnya.

Menurut Mulki, masalah kunker oknum dewan merupakan rekomendasi pimpinan, ada surat tugas. Sehingga, semuanya disesuaikan dengan surat tugas yang ada. “Juga, tergantung alat kelengkapan yang ada, ” ungkapnya.

Wakil ketua DPRD Sumenep Faisal Muhlis dalam keterangannya pasti akan menindak tegas jika ada oknum dewan gelar kunker fiktif. Dan, pihaknya tidak akan sungkan dengam anggota dewan lain.

Beberapa waktu lalu, aktifis mahasiswa menuding ada sejumlah oknum dewan melakukan kunker fiktif. Itu disampaikan saat menggelar aksi dan audensi. (nz/yt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *