Madurazone.co, Sumenep – Tawil, 60, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku menjadi korban penganiayaan. Dia dipukul oleh tetangganya, Asmuni dengan menggunakan kayu.
Penganiyaan itu diduga bermotifkan Asmara. Dimana Asmuni diketahui berselingkuh dengan anaknya Tawil, H. Mai. Nah, masalah itu kemudian difasilitasi desa untuk dilakukan perdamaian. Namun, saat hendak berdamai, dan banyak orang datang, mendadak Asmuni kabur dari tempat pertemuan.
Setelah kabur, Anak Tawil, Firdaus langsung mengejarnya. Tiba-tiba Asmuni dari arah barat datang dengan mengendarai motor dan langsung menabrak Firdaus. Sehingga, keduanya sama-sama jatuh. “Saat itu Asmuni langsung kabur,” kata Firdaus, anak Tawil, Saudara H. Mai.
Kemudian, Firdaus pulang dan menemui Baoaknya Tawil. Mendengar kejadian itu, Tawil juga langsung mendatangi rumah Asmuni. “Saat datang ke rumahnya langsung disambut dengan hantaman kayu oleh Asmuni. Sehingga, Bapak mengalami luka sobek dibagian kiri pelipis, ” ujarnya.
Kapolsek Kalianget, AKP Iwan setyo, mejelaskan, kejadian ini hanya menjadi kesalahpahaman dan berujung pada percekcokan. “Jadi berdasarkan info yang kami dapat dari masyarakat kejadian ini berawal dari perselingkuhan dan kami sebelumnya sudah berupaya mendamaikan,tetapi upaya itu gagal,” katanya saat di temui awak media di Mapolres Sumenep. (yas/yt)









