Madurazone.co, Sumenep – Penyidikan dugaan penyelewengan beras untuk keluarga miskin (raskin) di Desa Guluk- Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur masih tersendat. Itu lantaran kepala desa (kades) setempat dua kali mangkir dari panggilan tim penyidik kejaksaan negeri (kejari).
Versi Kejari, pemeriksaan Kades dianggap penting untuk mengetahui alur pendistribusian beras bersubsidi itu. “Sudah dua kali kami panggil. Namun, panggilan kami tidak diindahkan, Kades memilih mangkir tanpa alasan yang jelas,” kata Kasi Intel Kejari Rahadian Wishnu W.
Dia mengungkapkan, pihaknya memastikan akan memanggil kembali Kades Guluk-guluk. Itu lantaran mengetahui pendistribusian raskin. “Pasti akan kami panggil untuk kali ketiga. Keterangannya sangat kami butuhkan untuk menambah data keterangan kami,” ungkapnya.
Bagaimana dengan kasus raskin Poteran?, Rahardian mengungkapkan, untuk kasus itu juga tersendat di pemeriksaan Kades. Dua kali dipanggil juga tidak dihadir. “Intinya, nanti akan jadi atensi kami dua kasus raskin ini. Setelah lebaran Idul Adha akan dipanggil lagi,” ujarnya.
Kasus Raskin Guluk-guluk dilaporkan oleh warga setempat beberapa tahun silam. Sementara yang Poteran juga dilaporkan warga. Secara kasus itu, berkaitan dengan raskin yang diduga diselewengkan, tidak sampai pada penerima manfaat. (yas/red)









