Membanggakan!, RSUD dr. Moh Anwar Dapat Program KJSU dari Kemenkes

  • Whatsapp
dr. Erliyati

Madurazone, SUMENEP – Pelayanan kesehatan di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan akan lebih maksimal. Pasalnya, tahun 2026 ini, rumah sakit pelat merah itu menjadi penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) dari Kemenkes RI.

Dengan begitu, maka dipastikan akan memperkuat pelayanan penyakit katastropik dengan langsung memberikan tindakan medis. Sehingga, akan mengurangi rujukan masyarakat Kabupaten ujung Timur Pulau Madura ke luar daerah.

Muat Lebih

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendapatkan Program KJSU dari Kementerian Kesehatan. Ini adalah amanah besar sekaligus bukti bahwa rumah sakit daerah mampu berkembang menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang lebih kuat dan berkualitas,” kata Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati.

Menurut Erliyati, dengan adanya program tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan prima utamanya dalam penanganan kanker, jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi. Sebab, penyakit tersebut menjadi penyebab tingginya angka kematian.

“Ini program strategis nasional, dan pasti akan kami atensi secara benar dengan pelayanan yang maksimal,” tuturnya.

Untuk memberikan pelayanan itu, sambung dia, juga dibutuhkan sarana, pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan modern, hingga penguatan tenaga medis dan dokter spesialis.

“Penanganan penyakit tersebut terbilang mendesak tentu fasilitas tersebut juga mendesak. Oleh karenanya akan menjadi perhatian khusus pemerintah,” ungkapnya.

Sementara untuk pembangunan gedung khusus KJSU di lingkungan RSUD dr. H. Moh. Anwar masih berlangsung dan ditargetkan mendukung operasional layanan mulai 2027. “Saranan bangunan gedung masih proses dan baru bisa dioperasikan 2027 mendatang,” tuturnya.

Untuk SDM, Erliyati mengungkapkan, akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dari bidang spesialis masing-masing. Layanan kanker dan uronefrologi telah didukung tenaga medis. Dokter spesialis jantung masih menempuh pendidikan, sedangkan kebutuhan tenaga layanan stroke terus penuhi.

“Nanti KJSU akan beroperasi secara penuh baru di tahun 2027 mendatang,” tegasnya. (Nz/yt)

Pos terkait