Madurazone. SUMENEP – Keberadaan Perusahaan Rokok (PR) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus mampu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Sehingga, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Di Sumenep sudah banyak PR yang berdiri dan beroperasi. Maka, keberadaannya harus mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Salah satunya memberikan ruang kerja,” kata bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurut dia, dengan terbukanya peluang kerja bagi masyarakat, maka perusahaan ikut ambil bagian dalam menekan angka pengangguran di Kota Sumekar. “Sudah pasti, pengangguran akan berkurang,” ungkapnya.
Bayangkan, Fauzi menambahkan, apabila masing-masing perusahaan yang cukup banyak itu mampu menyerap tenaga kerja, hampir dipastikan banyak orang yang tidak nganggur. “Dari perusahaan yang ada itu, kami berharap menciptakan tenaga kerja,” tegasnya.
Oleh karenanya, suami Nia Kurnia itu meminta pabrik atau perusahaan itu berproduksi, tidak hanya sekadar mendapatkan izin tapi tidak ada aktivitas. “Ingat, produksi yang legal dan serap tenaga kerja di sekitar itu, supaya memberikan kesejahteraan,” ungkapnya.
Selain itu, politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, keberadaan perusahaan rokok itu diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Perputaran ekonomi di wilayah itu menjadi berembang.
Pengusaha sukses itu mengungkapkan, pihaknya tidak akan main-main dengan perusahaan yang hanya sekadar ada, tapi tidak beroperasi. “Kalau tidak ada aktivitas, mubazir maka bisa kami rekomendasikan untuk ditutup saja,” tegasnya.
Untuk itu, seluruh perusahaan rokok di Sumenep harus mampu memberikan konstribusi nyata bagi Kabupaten Sumenep dan masyarakatnya. “Menekan angka pengangguran dengan lapangan kerja, ekonomi masyarakat menjadi maju,” jelasnya. (Nz/yt)









