Madurazone. SUMENEP – Dinas Pendidkan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar pelatihan numerasi bagi guru SD dan SMP, Senin (13/4/2026). Itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi dasar.
Pelatihan yang dibuka secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Moh. Iksan diikuti sebanyak 106 orang. Rinciannya, untuk Guru SD sebanyak 75 dan Guru SMP sebanyak 31 orang. Itu meliputi kepulauan dan daratan.
Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari mulai dari Senin hingga Kamis (16/6/2026). Pada pelatihan ini peserta akan mendapatkan banyak materi salah satunya Permaianan Matematika, Startegi Pembelajaran persiapan TKA, Strategi Penyelesaian Soal Aritmatika dan lainnya dengan pemateri profesional dan kompeten.
Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan menjelaskan, pelatihan numerasi itu sangat penting di abad ke 21. Sebab, sangat relevan, lantaran tidak hanya sekadar angka saja melainkan harus mampu mengintegrasi dalam pembelajaran seacara alami.
“Jadi, persoalan numerasi bukan hanya jadi tugas guru Matematik, melainkan tanggung jawab semua guru. Guru Kelas, IPS, Bahasa Indonesia bahkan guru Agama pun bisa menghadirkan numerasi,” katanya.
Sebab, sambung dia, Capaian numerasi hingga saat ini masih terbilang rendah, maka dengan pelatihan ini harus bisa ditingkatkan. Setelah pelatihan harus dipraktekkan di kelas masing-masing. “Setidaknya setelah pelatihan ini ada perubahan nyata,” ungkapnya.
Kabid GTK Disdik Sumenep Akhmad Faiuzi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada guru model pembelajaran matematika, dan bisa mendesign bahan ajar dengan pendekatan Joyful Learning.
Selain itu, menurut Fairus, guru juga diharapkan mampu memiliki jenis permainan matematika dan model evaluasi pendekatan bermain. Yang terpenting guru juga memiliki kemampuan dan keterampilan pembelajaran dalam menghadapi TKA (Tes Kemampun Akademik)
“Kami menghadirkan pemateri kompeten di bidangnya. Sehingga, bisa memberikan dalam proses belajar sehingga capaian numerasi di Sumenep meningkat,” tegasnya. (Nz/yt)









