Pantau Ketersediaan Pangan, Bapanas “Sasar” Pasar Anom Sumenep

  • Whatsapp

Madurazone. SUMENEP – Tim Badan Pangan Nasional Republik Indonesia (Bapanas RI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Anom Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jum’at (20/2/2026). Itu untuk memastikan stabilitas harga pangan di kota Sumekar.

Tim yang didampingi Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Idham Halil, Kepala Pasar Ibnu Hajar, Tim Bulog, Polres, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Tim Bagian Perekonomian menyisir sejumlah komoditas pangan.

Muat Lebih

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan ada sebagian komoditas yang mengalami kenaikan. Yaitu, cabai merah dan ayam pedaging. Saat sidak, tim melakukan dialog dengan para pedagang, terkait stok dan harga sejumlah komoditas.

Sementara untuk komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya, kondisi harga dan pasokan dinilai masih stabil.
Secara nasional, Bapanas bergerak serentak di 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan selama Ramadhan.

Asep Herlana dari Bapanas menjelaskan, pemantauan saat ini merupakan langkah antisipatif selama bulan suci Ramadan, terhadap stok dan harga pangan di pulau Madura. “Ternyata sudah ada yang mengalami kenaikan, meski hanya dua komoditas saja,” katanya.

Dia menjelaskan, pemantauan harga itu akan dilakukan hingga akhir bulan Ramadhan, secara berkala dan rutin. “Kami secara rutin akan melihat perkembangan ketersediaan pangan dan harga secara berkala sampai akhir puasa,” ungkapnya.

Apabila nanti ditemukan kekurangan ketersediaan dan mempengaruhi harga, maka akan disuplai dari luar daerah. Atau, intervensi melalui mekanisme pengendalian harga oleh tim terkait. “Kami minta pedagang tidak memainkan harga pangan,” ungkapnya.

Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil menjelaskan, ketersedian pangan masih stabil, termasuk harga. “Stok aman, harga belum ada yang mengalami kenaikan, masih stabil,” katanya.

Dia menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intens setiap hari. Hasil pemantauan itu dilaporkan melalui aplikasi ke Pemprov hingga pusat. “Jadi, setiap hari pasti kami laporan,” ungkapnya. (Nz/yt)

Pos terkait