Madurazone.co, Sumenep – Program Wirausaha Muda Sumenep (WMS) ternyata berhasil membentuk pengusaha dibidangnya. Bahkan, berhasil menciptakan pemuda kreatif dan inspiratif, sehingga berhasil membuka lapangan kerja.
Salah satunya, adalah batik. Produksi batik oleh WMS menjadi dayat tarik tersendiri. Sebab, hasilnya cukup memukau dan berbeda dengan hasil pembatik lain di Kabupaten ujung Timur pulau Madura ini. Produk WMS memiliki ciri keris, sebagai icon kota Sumekar.
Para pemuda penggiat didikan WMS ini bukan lahir dari seorang ahli. Melainkan berangkat dari nol dan kemudian menjadi pembatik handal dengan berbagai motif. Untuk tahap pertama ada 81 peserta didik. 32 orang berada di Kota dan 49 orang dilatih di Gapura.
Muzakki, pendamping batik WMS menjelaskan, produksi batik yang dihasilkan itu digarap oleh pemuda yang murni pengetahuan batik nol. Namun, karena tekun belajar akhirnya menghasilkan sesuatu yang berkualitas. “Semuanya berasal dari nol. Alhamdulillah, sudah bisa semua,” katanya.
Dari batik yang dihasilkan, sambung dia, pasti akan bercirikan keris. Sebab, itu menjadi patokan dari batik WMS. Di samping itu Keris merupakan Icon Sumenep yang sudah mendapatkan pengakuan UNESCO. “Motif apapun dipastikan bercirikan keris,” ungkapnya.
Bagaimana untuk pemasaran?, Pria muda ini mengungkapkan, untuk hasil batik sudah banyak peminatnya. Bahkan, turis yang datang ke Sumenep sudah menikmati hasil batik dari tangan dingin pemuda didikan WMS. “Dan, sudah banyak pesan, mulai dari masyarakat, pejaba hingga juga turis,” tukasnya. (red)









