Madurazone.co, Sumenep – Alumni Pusat Inkubator Wirausaha Muda Sumenep (PIWS) memang patut diacungi jempol. Sebab, setelah “lulus” dari program yang didanai APBD kota Sumekar itu, peserta cukup kreatif untuk bisa menjadi mandiri.
Salah satunya, dialami Mahdi alumni PIWS, 2017 yang berlokasi di Dusun Bulu, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Mahdi merupakan alumni bidang olahan daging dan ikan. Nah, usai lulus itu naluri wirausahanya mulai bangkit. Kemudian, dia merintis pentol keliling. “Awalnya ragu untuk memulai, namun berkat pengalamn selama mengikuti pelatiahan dia bertekat untuk memulai usahanya,” ucapnya
Selain aktif berwirausaha, alumni STKIP PGRI Sumenep itu juga aktif mengajar serta sebagai jurnalis disalah satu media online. Pasti kalian bertanya siapa yang bekerja? Bagi Mahdi usaha tidak harus dikerjakan sendiri, usaha yang di rintis akhir 2017 itu sudah memiliki lima orang karyawa. Tiga karyawan perempuan sebagai membuat pentol tahun dan daging, sedangkan dua laki-laki sebagai penjual. Tidak tanggung tanggung para penjual pentol dibelikan motor sebagi alat transportasi.
“Alhamdl. Saya sudah memiliki lima orang karyawan yang setiap hari bekerja, omset di raih setiap minggu rata-rata 3.750.000 sehingga setiap bulan mencapai 15 juta. Menggeluti usaha, bagi saya tidak semata mata untuk memperoleh keuntungan tapi bagaimana para tetangga juga memiliki pekerjaan tetap, semua ini berkat PIWS,” terang suami Ratna itu.
Menurut Mahdi, untuk memulai sebuah usaha harus didasari rasa keberanian, jangan berfikir untung rugi terlebih dahulu. Namun bagaimana usaha yang dijalani bisa berjalan. Karana tidak sedikit seseorang jika memualai usah terlebih dahulu yang dipikirkan untung dan rugi padahal usahanya belum dimulai.
“Bagi saya untuk memulai usaha jalankan terlebih dahulu, baru berfikir managemen untuk mengetahui untung rugi,” terangnya. (nz/yt)










