Madurazone. Sumenep – Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi perhatian serius bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Sebab, hal tersebut merupakan langkah strategis untuk melahirkan data yang akurat dan valid. Sebab, kebijakan menyusun pembangunan daerah lebih tepat.
Oleh karena itu, bupati Fauzi mengajak masyarakat untuk tidak antipati dengan kegiatan sensus tersebut. Masyarakat diminta untuk pro aktif saat petugas datang untuk melakukan pendataan. Juga, harus dijawab dengan benar dan akurat. Dengan begitu, data yang diterima petugas bisa sesuai dengan fakta di lapangan.
”Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sensus tersebut. Sehingga, data yang yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah juga akurat. Jadi, pembangunan bisa tepat dan terarah. Marai sukseskan SE tersebut,” kata bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurut dia, hasil pendataan dalam Sensus Ekonomi akan menjadi acuan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
”Data yang valid dinilai sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SE ini menjadi modal untuk menyokong pembangunan daerah,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, SE bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun Kabupaten Sumenep lebih baik. Sebab, data akurat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk mensukseskan sensus ekonomi ini. Mari bersama, masyarakat untuk berperan aktif,” ucapnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan itu mengungkapkan, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan berbagai lembaga terkait.
Achmad Fauzi mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha di berbagai sektor, untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
“Jangan cuek saat ada petugas. Ingat..!, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menghasilkan data yang valid. Kami ingin pembangunan di Kabupaten Sumenep ini berbasis data,” tegasnya. (nz)









