Protes Tunjangan Makan dan Tuken Dipotong?

  • Whatsapp

Madurazone.co, Sumenep – Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur resah. Pasalnya, dana uang makan dan tunjangan kinerja (tuken) tidak bisa diterima utuh oleh para abdi negara dengam slogan ikhlas beramal ini.

Informasi yang berhasil dihimpun Global News, uang makan yang tidak terbayar yakni pada sejumlah di seksi pendis (pendidikan Islam). Di mana setiap orang mendapatkan Rp 600 ribu. Sementara untuk tuken itu di sekis Bimas. Kabarnya tidak terbayar Rp 1 juta.

Muat Lebih

Saat ini, uang makan dan tuken tidak dibayar utuh. Dengan dalih anggaran tidak mencukukupi. “Sangat disesalkan. Kok ada uang makan dan tuken kurang. Ini sangat kami sesalkan. Dan sangat mengecewakan,” kata Nanang, salah satu pegawai Kankemenag.

Dia menjelaskan, awalnya uang makan itu hampir menyeluruh tidak terbayar. Namun, menjelang liburan maulid dan natal di bayar, padahal sebelumnya anggaran tidak ada. “Tuken, malah hanya bimas, apa anggaran di Kankemenag ini dipilah-pilah,” ucapnya.

Padahal, sambung dia, jumlah pegawai sejak awal penganggaran sudah diketahui. Tapi, malah berdalih tidak mencukupi. “Jadi, perencanaanya ini memang kacau. Sehingga, jadi korban. Namun, kami tidak tahu pasti, apa karena kurang anggaran atau memang disengaja,” tuturnya. (yt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *