Puskesmas Lenteng Terkesan “Kumuh”, Anggaran Kebersihan Dipertanyakan

  • Whatsapp
Kipas angin yang kotor di Puskesmas Lenteng

Madurazone, SUMENEP – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, Jawa Timur terkesan “kumuh”. Pasalnya, beberapa sudut ruangan, khususnya di rawat inap terlihat kotor dan terkesan tidak terawat.

Pojok dinding di sebelah tempat tidur ada kotoran bergelantung, di bawah tempat tidur juga kotor tampak, lantai tampak banyak debu seperti tidak disapu. Selain itu, kipas angin yang digunakan penuh dengan kotoran debu, kayak tidak pernah dibersihkan.

Muat Lebih

Belum lagi, kamar mandi yang terlihat sangat jorok, dan kotor. Sehingga, pasien merasa jijik untuk menggunakannya, namun tetap dipakai. Kondisi ruang rawat inap terkesan tidak terawat. Sehingga, pasien dan keluarga merasa kurang nyaman.

“Ruangannya memang kotor, seperti kurang terawat. Bisa dilihat sendiri mas, di bawah kasur dan dindingnya tu. Apalagi, kipasnya serasa tidak pernah dibersihkan,” kata salah satu keluarga Pasien rawat inap yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun, sambung dia, pihaknya tetap bertahan di Puskesmas ini, dengan fasilitas yang ada meski kotor. “Apalagi, kamar mandinya, kami rasa sangat tidak layak untuk puskesmas, kotor juga,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengaku kecewa dengan Puskesmas Lenteng yang tidak memerhatikan persoalan kebersihan. Padahal, pelayanan itu bukan hanya soal medis, tapi juga kenyamanan.

“Saat orang datang berobat tentu butuh kenyamanan. Kenyamanan pelayanan, lingkungan dan fasilitasnya. Sebab, itu (pelayanan kesehatan, Red) adalah kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Politisi PKB itu menuturkan, saat datang ke Puskesmas, masyarakat membawa pikir yang kalut, makanya harus diterima dengan kenyamanan lingkungan salah satunya. “Apabila kumuh, kotor kan tidak nyaman, dan bisa mengganggu kesehatan juga,” tuturnya.

Untuk itu, Sami’oeddin memertanyakan anggaran untuk kebersihan tersebut. Padahal, Puskesmas sudah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang bisa mengelola keuangan secara mandiri, tentu bisa mengalokasikan untuk kebersihan. “Kami yakin ada (anggaran, Red), lalu kenapa masih kumuh, kemana,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Lenteng drg. Dela Maulana Asy’ari mengaku sudah sering menegur petugas kebersihannya. Namun, dia bilang petugasnya ada malasnya. “Petugas kebersihan ada 2, PPPK PW + kontrak BLUD. Nanti saya cek ke rwt inap,” katanya melalui pesan watshapp.

Sementara untuk anggaran kebersihan, menurut dia, diperuntukkan untuk gaji petugas kebersihan. “Anggaran untuk gaji karyawan,” tulisnya. (Red)

Pos terkait