Polda Jatim Diminta Tak “Gertak Sambal”, Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tender di Sumenep

  • Whatsapp

Madurazone. SUMENEP – Polda Jatim diminta tak hanya gertak sambal adanya dugaan pemalsuan dokumen uji lab Linning Betton dalan tender atau lelang sejumlah proyek di Dinas PU Sumber Daya Air (SDA). Namun, korp Bhayangkara ini “dituntut” untuk mengusut tuntas lelang sejumlah paket proyek ini.

Harapannya, polda Jatim bisa membuka derang benderang, supaya tidak hanya menjadi bola liar yang dilempar kepada publik. “Kami harap Polda Jatim tak hanya sekadar gertak sambal, tapi harus diusut secara tuntas agar kasus ini bisa terang benderang,” kata ketua LSM Sumenep Independen (SI) Sahrul Gunawan.

Muat Lebih

Sebab, sambung dia, pihaknya tidak ingin pekerjaan proyek diberikan kepada pihak yang tidak bertanggungjawab, jika dugaan pemalsuan benar. Maka, diperlukan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata-pulbaket) secara intensif. “Kami minta ini diusut tuntas,” ungkapnya.

Bahkan, tim dari Polda Jatim ditantang untuk turun ke Sumenep untuk bisa melakukan verifikasi dan investigasi secara menyeluruh. Sehingga, bisa mendapatkan data secara akurat. “Kami ingin kasus ini dibuka secara karena anggaran untuk 13 paket ini sangat besar. Makanya, perlu dilakukan penyelidikan utuh,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya menginginkan pelaksanaan tender di Sumenep itu berlangsung fair. Dugaan kongkalikong lelang proyek tidak boleh terjadi di Kabupaten dengan slogan super mantap ini. “Kami ingin berjalan fair dan memang diberikan kepada rekanan yang kapabel dan sesuai persyaratan,” tuturnya.

Kasubag Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa LPSE Idham Halil mengaku jika pelalsanaan tender ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini bisa dicek dalam penawaran yanh dilayangkan masing-masing yang memenangkan peoyek. “Semua berkas tender juga sudah kami serahkan ke Polda Jatim,” katanya.

Kepala Dinas PU SDA Chainurrasyid mengaku tidak ada masalah tender proyek tersebut. “Sudah gak ada masalah mas, itu soal administrasi saja kok. Sudah selesai,” ucapnya singkat.

Sebagaimana diberitakan, pelaksaan tender proyek rehabilitasi Daerah Irigasi diduga bermasalah. Yakni, disinyalir ada dugaan pemalsuan dokumen. Sehingga, dilaporkan ke Polda Jatim. Di Dinas SDA itu ada 13 paket proyek
dan dikerjakan oleh delapan rekanan atau pihak ketiga. (nz/yt)

Pos terkait